Masyarakat Harus Terlibat dalam Pengembangan Wisata Sejarah di Bagansiapiapi

By Trip Riau  |  06 April 2017 10:12:57 WIB  |  News

Seorang warga Tinghoa Bagansiapiapi sedang bersembahyang di sebuah klenteng saat event Bakar Tongkang beberapa waktu lalu. (Dok. tripriau.com)

TRIPRIAU.com - Kota Bagansiapiapi punya tata kota dan arsitektur klasik yang sarat akan sejarah. Sebut saja kantor cabang BRI, Rumah Kapiten, Gereja Tua Santo Petrus & Paulus, Pelabuhan Lama Bagansiapiapi, Kelenteng In Hok Kiong, Tugu Perjanjian, Water Leding Tower, serta Rumah Sakit DR RM Pratomo.

Cerita dibalik bangunan-bangunan yang bernilai historis ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke negeri Seribu Kubah ini. Apalagi bisa mendengarkan langsung dari warga setempat, tentu ceritanya akan lebih utuh dan menarik.

Namun, sayang banyak warga Bagansiapiapi yang tidak mengetahui sejarah dari kotanya sendiri. Padahal, pengembangan wisata sejarah menuntut warga kota untuk mengetahui sejarah kotanya.  

Seperti ketika tripriau.com berkesempatan berbicang dengan Awal, salah seorang tukang becak kayuh pada Selasa (4/4) lalu. Awal yang merupakan warga asli kota Bagansiapiapi malah tidak tahu cerita dibalik bangunan-bangunan wisata yang ada.

“Saya lahir disini, tapi kalau untuk sejarah-sejarah seperti itu saya tidak tahu,” ujar Awal.

Sembari tetap mengayuh becak yang kami tumpangi, Awal mengaku sudah menekuni pekerjaan menjadi tukang becak selama 20 tahun. Namun, penghasilan dari pekerjaan itu diakuinya tidak sanggup mencukupi kebutuhannya sehari-hari.

Awal hanya contoh kecil masyarakat tempatan yang tidak mengetahui sejarah kotanya sendiri. Ini tentu perlu menjadi catatan bagi pemerintah daerah Rokan Hilir untuk memberikan pengetahuan dan menceritakan kembali kejayaan Bagansiapiapi di masa lalu kepada generasi sekarang.

Menyadari hal itu, Bupati Suyatno dalam acara launching Bagan Heritage Selasa (4/4) malam mengungkapkan, dirinya serius mengembangkan potensi pariwisata di kota Bagansiapiapi.

Pemkab Rohil juga berencana akan menyiapkan 50 becak wisata untuk para wisatawan. Tukang becak tersebut nantinya akan diberikan pengetahuan dan pembekalan agar bisa bercerita kepada para penumpangnya.

“Nanti kita akan latih, dibekali ilmu sejarah supaya mereka bisa bercerita kepada wisatawan,” terang Suyatno.

Pengembangan objek pariwisata juga harus sejalan dengan peengembangan masyarakatnya agar bisa menceritakan sejarah dimasa lalu kepada pelancong yang datang.

Karena untuk mengembangkan sebuah kota perlu kerjasama dari semua pihak, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat setempat.

Seperti yang disampaikan oleh Dra Arbaini MT, Kepala Balitbang Provinsi Riau, yang malam itu juga hadir dan memberikan sambutan mewakili Gubernur Riau.

“Masyarakat setempat harus menjadi tuan rumah bagi kota Bagansiapiapi ini,” ujarnya.

Selayaknya tuan rumah, merekalah yang harus mengerti dan menjadi pencerita betapa majunya kota Bagansiapiapi ini pada masanya.

Penulis: Tika Azaria

Editor: Rio Sunera

 



Tags:  -