Akau Potong Lembu, Pasar Kuliner Paling Populer di Tanjungpinang

By Trip Riau  |  22 April 2017 13:52:00 WIB  |  Tripnesia

Suasana malam di Akau Potong Lembu. (Tika Azaria / tripriau.com)

TRIPRIAU.com - Berkunjung ke Tanjungpinang, Kepulauan Riau kurang lengkap rasanya jika belum datang ke Akau Potong Lembu, sebuah pasar kuliner yang begitu ramai ketika malam hari. Konon katanya tempat nongkrong paling populer di Tanjungpinang ini sudah berganti beberapa kali sebelum akhirnya terkenal di kawasan bekas kampung Potong Lembu.

Pada Kamis (13/4) malam lalu, Saya diajak teman duduk menikmati kota Tanjungpinang dan aktivitas masyarakatnya di malam hari. Akau Potong Lembu menjadi tujuan malam itu.

Meski sudah pukul 9 malam, Akau masih saja ramai. Tua, muda, laki-laki, perempuan, masyarakat setempat, maupun pendatang, semua membaur menikmati berbagai makanan yang dijual disana.

Ada yang menyeruput teh tarik, teh o-beng, menikmati kopi hawai terkenal dari Tanjungpinang itu. Semua orang terlihat asik bersenda-gurau dengan teman sambil sesekali bernyanyi mengikuti lirik lagu yang sedang diputar.

Layaknya pasar kuliner biasa, Akau hanya terdiri dari pedagang dengan gerobaknya, dan di tengah-tengah berjejer meja dan kursi untuk pengunjung. Ketika Saya sampai, para pedagang datang menghampiri meja dan menawarkan daftar menu.

“Bagusnya Akau itu, mau Muslim, Kristen, Hindu, atau Buddha, bisa duduk di Akau,” ujar seorang teman, Redha Alfian (25) kepada Saya.

Benar saja, pedagang di Akau beragam, tentu makanan yang dijualpun ada yang halal dan tidak. Bagusnya, jika mereka menjual makanan yang bisa dikonsumsi oleh orang muslim, ada logo Halal di gerobak dagangannya.

Inilah bentuk toleransi antar umat di Tanjungpinang. Dalam satu kawasan, semua orang tak peduli latar belakangnya, bisa bergabung bersama menikmati sisa malam.

Sayang, Gonggong dan Ekang yang ingin Saya coba malam itu sudah habis, bahkan pedagangnya saja sudah pulang. “Biasanya jam 8-an udah habis Ekangnya. Bagusnya kesini cepat,” ungkap Redha.

Akau Potong Lembu mulai buka sejak sore hari hingga malam. Menurut cerita, Akau ini awalnya berada di Jalan Temiang. Diambil dari nama seorang Tionghoa, biasa disapa A-kau, penjual kopi tiam awal tahun 60-an.

Seduhan kopi A-kau ini terkenal enak di kalangan pecinta kopi di zaman itu, sehingga membuat nama A-kau semakin populer.

Kemudian banyak pedagang yang mulai usaha mengikuti A-kau di kawasan yang sama. Begitulah, masyarakat setempat mengenal Akau sebagai tempat ngopi yang enak. Sempat beberapa kali dipindah, sebelum akhirnya Akau berada di kawasan sekarang.

Sudah lewat pukul sebelas malam, Akau masih ramai. Namun, satu per satu pedagang mulai berkemas, menutup dagangannya dan hendak beristirahat pulang. Begitulah Akau, pasar kuliner yang akan tutup dengan sendirinya.

Meski agak kecewa karena makanan yang ingin Saya cicipi tak tersedia, namun Saya senang bisa bergabung dengan masyarakat setempat. Menghabiskan malam bersama hingga rasa kantuk membawa kami pulang.

Penulis: Tika Azaria

Editor: Rio Sunera



Tags:  -