‘Kapiek Ndak Batulang’, Kuliner Wajib Coba di Kuok, Kampar

By Trip Riau  |  26 April 2017 14:57:38 WIB  |  Culinary

Kapiek Tak Bertulang. (Rio Sunera / tripriau.com)

TRIPRIAU.com - Suka makan masakan tradisional Melayu? Kalau iya, kamu wajib coba makan ikan bakar di Desa Pulau Jambu, Kuok, Kampar. Disana ada warung makan dengan menu khas ikan bakar kapiek, ikan asli sungai Kampar.

Dari Pekanbaru, hanya butuh waktu lebih kurang satu setengah jam untuk bisa menikmati rasa ikan bakar Kapiek legendaris dan yang pertama di Kuok.

Warung milik Hamidi ini sudah berdiri sejak  tujuh setengah tahun yang lalu. Namun, sempat mengalami kegagalan dan berganti usaha berkali-kali, sebelum akhirnya memutuskan untuk memulai usaha rumah makan sejak enam tahun lalu.

“Sebelumnya saya jual kopi, jual mi, sempat jual lontong, nasi goreng, tapi usahanya macet. Lalu salah seorang pelanggan menyarankan untuk jualan nasi karena di seberang sini (Desa Pulau Jambu) belum ada yang jual,” cerita Hamidi (42), pemilik warung Ikan Bakar Kapiek kepada tripriau.com Senin (24/4) lalu.

Selain memanfaatkan peluang tersebut, usaha ini juga didukung oleh latar belakang Hamidi dan Istri yang tidak asing dengan usaha warung nasi.

“Kebetulan juga istri saya dulu jual nasi. Saya dulu juga pernah kerja jadi tukang cuci piring di tempat orang jual nasi,” tambahnya.

Warung ikan bakar Kapiek Hamidi buka setiap hari mulai pukul 10.30 – 16.00 dan tutup di hari Jumat. Setiap hari warung Ikan Bakar Kapiek milik Hamidi ramai dikunjungi pelanggan dan rata-rata dari luar daerah. Jika dirata-ratakan setiap harinya Hamidi menghabiskan 40 kilogram ikan Kapiyek.

“Rata-rata 40 kg perhari, tapi kadang bisa 60 kg seharinya, tapi kadang juga dibawah 40 kg,” jelasnya.

Ikan Kapiek yang bisa diolah Hamidi minimal beratnya mulai dari 2 ons hingga dengan ukuran yang besar, tidak ada batasan.

“Kami mendapat ikan Kapiek dari pemasok, ikannya ditangkap langsung dari sungai Kampar,” jelas Hamidi.

Soal rasa, ikan Kapiek Hamidi tidak diragukan lagi. Daging ikan yang lembut serta bumbunya merasap hingga ke dalam. Tak heran jika warung Ikan Bakar Kapiek Hamidi ramai didatangi. Bahkan orang penting di Riau seperti gubernur pernah makan disini.

Hamidi menuturkan bahan bumbunya sangat sederhana dan biasa saja seperti kunyit, bawang merah, bawang putih, jahe, ketumbar, dan santan.

“Bumbunya itu saja, cuma bahannya harus diteliti, jadi gak sembarangan agar menghasilkan cita rasa yang enak,” imbuh Hamidi.

Sekadar informasi, ikan Kapiek ini jenis ikan yang banyak durinya. Tapi, disini kita bisa makan dengan nyaman tanpa terganggu dengan duri yang banyak. Sehingga dalam bahasa Ocu disebut “Ikan Kapiek Ndak Batulang”

“Tidak ada rahasia khusus, hanya pada proses pengolahannya saja. Tergantung pada bagaimana sayatan ikannya, semakin rapat semakin bagus,” terang Hamidi lagi.

Selain ikan bakar kapiek, pelanggan juga bisa menikmati lezatnya Cangkuok atau cincang kuok. Sesuai namanya, gulai ini juga merupakan makanan khas daerah Kuok. Namun, di warung Hamidi, cangkuoknya lebih banyak campuran, ada jamur, jengkol, rebung, dan kulit.

Jika hendak makan ke warung milik Hamidi untuk pertama kalinya, kamu butuh usaha ekstra untuk bisa sampai kesini. Warung makan Hamidi tidak punya merek sehingga kamu harus bertanya kepada warga sekitar. Kata Hamidi disitulah letak pembeda warung miliknya dengan yang lain.

“Kalau dibuat merek, pelanggan hanya mencari tidak bertanya. Jika hendak makan disini, maka bertanyalah ke orang dekat sini. Dari situ ada niat baik dan doa dari warga kampung,” tutup Hamidi.

Gimana? Tertarik untuk mencoba makan siang di warung Ikan Bakar legendaris ini?

Penulis: Tika Azaria

Editor: Rio Sunera



Tags:  -