Lima Fakta Unik ‘Kapiek Ndak Batulang’, Kuliner Populer di Kampar

By Trip Riau  |  04 Mei 2017 11:16:44 WIB  |  Culinary

Ikan Bakar Kapiek khas Kampar. (Rio Sunera / tripriau.com)

TRIPRIAU.com - Sudah tidak asing lagi dong yah dengan makanan Melayu yang paling populer di Kuok, Kampar? Yap, ‘Kapiek Ndak Batulang’ yang begitu populer tidak hanya oleh masyarakat Kampar, tapi sudah tersebar hingga di luar daerah.

Tapi, jika belum tahu dan belum pernah mencicipi ikan bakar Kapiek ini, mungkin di akhir pekan kamu bisa menikmati makan siang disana bersama keluarga. Sebelum meluncur kesana, kamu harus baca dulu, nih, beberapa fakta unik tentang ikan bakar ‘Kapiek ndak batulang’.

Ikannya tidak bertulang

Namanya juga ‘Kapiek ndak batulang’ alias Kapiek tanpa tulang. Eits, maksudnya bukan tulang ikannya hilang, ya. Tulang besar yang di tengah tetap ada, tetapi tulang kecil alias duri ikannya yang hancur karena proses pengolahan. Sekadar info, ikan asli sungai Kampar ini terkenal akan tulangnya yang banyak, sehingga tidak semua orang bisa mengonsumsinya. Namun, di warung ikan bakar yang ada di desa Pulau Jambu ini, kamu bisa makan tanpa takut ‘keselek’.

Daging ikannya lembut

Di warung ikan bakar Kapiek ini, ikannya ditangkap langsung dari sungai Kampar, sehingga memiliki tekstur daging yang lembut. Ditambah lagi dibakar dengan bumbu dasar yang bahannya didapat dari kampung. Serius, rasa ikannya jadi makin nikmat dan bumbunya meresap ke dalam.  Duh, jadi lapar.

Warung ikan bakarnya tanpa nama/plang merek

Jika setiap warung, ruko, bahkan usaha apapun ada merek atau namanya untuk membedakan usaha miliknya dengan milik orang lain, tidak begitu dengan warung ikan bakar kapiek yang ada di Desa Pulau Jambu ini. Pak Hamidi, pemilik warung malah membuat warungnya tanpa plang mereka sebagai pembeda warung miliknya dengan yang lain. Wah, unik juga ya….

Warung makan semua kalangan

Kenapa semua kalangan? Yap, di warung yang sederhana ini, semua orang akan dimanjakan dengan kelezatan menu khasnya, ikan bakar Kapiek. Mulai dari warga biasa, pekerja kantoran, pengusaha, bahkan para pejabat juga makan disini, loh. Seperti pengakuan Hamidi, istri dari Walikota Pekanbaru sering datang untuk makan siang kesini.

Warung pertama yang menjual ikan bakar Kapiek

Warung makan milik Hamidi ini menjadi warung pertama yang menjual ikan Kapiek di Kuok. Hamidi menemukan menu ikan Bakar yang kini jadi menu andalannya dari hasil kreatifitasnya dalam memanfaatkan peluang bisnis. Ikan asli sungai Kampar ini banyak dipasaran namun hanya disajikan saat acara-acara penting saja. Namun, di tangan Hamidi, kamu bisa mencicipi ikan bakar Kapiek ini setiap hari kecuali hari Jumat, hari istirahat, hehe.

Penulis: Tika Azaria

Editor: Rio Sunera

 



Tags:  -