Snorkeling hingga Berenang dengan Lumba-lumba, Semua Ada di Jemaja

By Trip Riau  |  05 Mei 2017 09:52:56 WIB  |  Tripnesia

Berenang bersama penyu dan lumba-lumba jadi salah satu atraksi wisata menarik saat berkunjung ke Pulau Jemaja, Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau. (Foto: Ahmad Widi)

TRIPRIAU.com (Anambas) - Dua Tahun berturut-turut saya diundang Familiarization trip (Famtrip) ke Pulau Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Di akhir Maret lalu, bersama dengan sejumlah jurnalis dari Jakarta, Kepri, Medan, dan Bali, kami diundang Pemerintah Provinsi Kepri untuk mengeksplor keindahan Pulau Jemaja di Kabupaten Anambas.

Pulau Jemaja yang merupakan bagian dari gugusan pulau di Kabupaten Anambas merupakan pulau terbesar. Letaknya persis di perlintasan laut Cina Selatan, yang berbatas langsung dengan Malaysia dan Vietnam.

Pulau Jemaja dibagi menjadi dua kecamatan, yakni Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur.

Untuk sampai ke Pulau Jemaja dapat dilalui dengan jalur udara dan laut. jika memilih jalur laut dapat dimulai dari Tanjung Pinang-Jemaja dengan tarif kapal Rp 356 ribu untuk sekali pergi, dengan jarak tempuh 8 jam.

Sementara untuk udara, di pulau Jemaja sudah tersedia bandar udara. Beberapa maskapai yang melayani ke Jemaja diantaranya Susi Air. Setiap wisatawan yang datang ke pulau Jemaja akan disambut dengan keindahan pelabuhan Letung yang cantik dan ciamik.

Dermaga di pelabuhan Letung ini berjarak sekitar 200 meter dari garis pantai. Sehingga setiap wisatawan berdiri di pinggir pelabuhan akan dapat melihat ikan mondar-mandir karena air lautnya yang bersih.

Tidak hanya itu, dari pelabuhan letung, wisatawan bisa melihat deretan pulau-pulau yang masih alami dengan pohon-pohon yang  rimbun. Ditambah jejeraran pohon kelapa, serta panggung rumah warga warna-warni di atas permukaan laut, menjadikan pulau Jemaja surga fotografi.

Di pulau Jemaja, ada puluhan objek wisata. Mulai dari diving, snorkeling, air terjun, wisata alam, hingga pantai-pantai yang tersebar di puluhan pulau di sana.

Selama empat hari berwisata di Pulau Jemaja, kami mengunjungi beberapa objek wisata, diantaranya:

Pulau  Mangkai

Pulau Mangkai merupakan pulau terluar di Kabupaten Anambas. Di pulau ini terdapat Pos Angkatan laut Republik Indonesia. Saat kami sampai ada tiga anggota TNI AL yang berjaga di pulau ini.

Pulau ini memiliki pantai berpasir putih. Air lautnya yang jernih cocok bagi wisatawan penyuka wisata bawah laut. Tidak hanya itu, di Pulau Mangkai juga terdapat penangkaran penyu. Sayangnya saat kami sampai di pulau Mangkai hari sudah beranjak malam.

Pantai Padang Melang

Pantai Padang Melang terdapat di Kecamatan Jemaja. Untuk sampai ke sini, wisawatan disarankan naik motor. Wisatawan dapat menyewa motor warga dengan tarif Rp 50-100 ribu perhari.

Pantai Padang Melang sering dijadikan tempat festival budaya Anambas. Hampir tiap tahun ada festival pantai Padang Melang. Pantai dengan pasir putih ini membentang sepanjang 7 kilometer yang berpapasan langsung dengan laut Cina Selatan.

Untuk menginap, wisatawan tidak perlu pusing. Sebab, di sini sudah tersedia penginapan yang tepat berada di pinggir pantai. Air bersih tersedia, jaringan listrik pun 24 jam.

Pohon kelapa dan Pinus yang berjejer rapi di pinggir pantai menambah indah kawasan ini.

Pantai Kusik

Pantai Kusik terdapat di sebelah Utara Letung (ibu kota Kecamatan Jemaja). Perjalanan dari Letung ke Pantai Kusik sekitar 1 jam. Selama perjalanan wisatawan akan melewati dereten rumah warga, memasuki perkebunan kelapa, perkebunan cengkeh, kampung nelayan, hingga menyusuri bibir pantai. Lalu menanjak bukit dan melewati ilalang di tebing-tebing pulau Jemaja. 

Selama perjalanan rute ini cocok bagi pecinta sepeda gunung dan motor trail. Selain rute yang mendaki, turunan dan menanjak di beberapa titik ketinggian, wisatawan akan dapat melihat indahnya laut Jemaja sambil melihat matahari terbenam. Sungguh indah.

Di Pantai Kusik, di pinggir pantai terdapat deretan rumah penduduk. Penduduknya ramah. Pasir pantai di Kusik bersih dan berwarna putih. Di sini juga terdapat pelantar (dermaga kayu) sepanjang 150 meter. Duduk di pinggir pelantar sambil melihat ikan-ikan di dasar laut, sungguh luar biasa indah.

Jika wisatawan ingin sampai ke sini, dianjurkan untuk membawa peralatan Snorkeling.

Pulau Durate, Pulau Ayam, Pulau Batu

Ada puluhan pulau tak berpenghuni di Jemaja, tiga diantaranya adalah pulau Durate, Pulau Ayam, dan Pulau Batu. Wisatawan yang datang ke Pulau Jemaja wajib singgah ke Pulau Durate.

Di sisi kanan Pulau Durate terdapat batu-batu besar bewarna coklat dan menjorok ke laut. Keindahan di Pulau Durate ini sungguh luar biasa. Pulau ini tak berpenghuni. Di sini, pantainya sangat bersih dan putih. Pasirnya halus ditambah terumbu karang bewarna-warni dan ikannya yang menari-nari, sungguh sebuah suguhan memikat.

Di kawasan ini banyak terdapat bintang laut. Sangat menarik di foto, sehingga menjadikan Pulau Durate sebagai surga bawah laut di Jemaja.

Pulau Ayam tak kalah indah. Di pulau ini jejeran pohon pinus dengan tinggi 10 hingga 15 meter berjejer rapi. Pasirnya juga putih. Di pulau ayam ini gelombang lautnya kecil, sehingga aman untuk snorkeling maupun sekadar berenang.

Jika pulau Ayam dan Pulau Durate menyajikan keindahan pantai dan dasar lautnya, lain halnya dengan Pulau Batu. Pulau Batu adalah sebuah pulau dengan bukit berbatu yang langsung menghadap laut. Bukit Batu ini berundak-undak hingga sampai ke puncak bukit setinggi 50-75 meter.

Pulau Batu sering menjadi persinggahan burung-burung migrasi saat melintasi laut Cina Selatan. Bahkan di pulau ini terdapat air terjun yang langsung terjun ke laut. Di indonesia tidak banyak air terjun yang langsung jatuh ke laut.

Berenang bersama Penyu dan Lumba Lumba

Laut Anambas yang luas banyak terdapat ikan. Para nelayan Vietnam, Thailand, Malaysia hingga nelayan Tanjung Balai Asahan sering mencari ikan hingga ke Pulau Jemaja.

Jika di daerah wisata bahari lainnya penyu sangat sulit untuk dijumpai, maka di Jemaja penyu dapat dilihat dengan mudah. Wisatawan dapat melihat penyu berenang-renang di bawah panggung rumah warga. Ukurannya pun sangat besar. Penyu-penyu ini sering terlihat di malam hari, mencari makan di bawah panggung rumah warga.

Di Kabupaten Anambas juga terdapat penangkaran penyu hijau yang langka. Anak penyu yang biasa disebut dengan Tukit ini terdapat di Pulau Mangkai. Saat kami ke sini terdapat sekitar 25 ekor Tukik.

Letak penangkaran penyu di sini tidak jauh dari dermaga kapal, cukup ditempuh dengan berjalan kaki. Selama kami di Pulau Mangkai, kami beruntung dapat melihat gerembolan ikan lumba-lumba melompat-lompat ke atas permukaan laut.

‘’Lumba-lumba memang sering melompat-lompat di sekitar Pulai Mangkai,’’ ujar Yuli Seperi, Pegawai Dinas Pariwisata Kepri.

Air Terjun Neraja

Air Terjun Neraja terdapat di Pulau Jemaja. Diperlukan sepeda motor untuk dapat ke objek wisata yang ada di Desa Ulu Maras, Kecamatan Jemaja Timur itu. Sebab letaknya ada di tengah-tengah hutan Lindung.

Air tejun Neraja ini memiliki Tiga tingkat. Di bagian bawah terdapat sebuah kolam alami yang berfungsi sebagai tempat pemandian. Lokasinya pun rimbun di kelilingi pohon-pohon besar dan hijau. Sayang, di objek wisata ini tidak terdapat toilet dan di dalam kawasan air terjun juga ada tambang pasir liar yang dapat merusak keindahan air terjun dan hutan.

Penulis: Ahmad Widi

Foto-foto: Ahmad Widi

Editor: Rio Sunera



Tags:  -