Mencicipi Bolu Tradisional ‘Kak Ira’, Oleh-oleh Khas dari Kampar

By Trip Riau  |  11 Mei 2017 11:26:07 WIB  |  Culinary

Bolu Ikan Tradisional 'Kak Ira'. (Muhammad Ridho / tripriau.com)

TRIPRIAU.com - Salah satu kue tradisional yang bisa ditemukan di Kabupaten Kampar adalah bolu ikan. Tapi jangan dipikir bolu ikan ini terbuat dari ikan. Bahan dasarnya sama seperti bolu kebanyakan. Ada tepung, gula, dan telur. Dinamakan bolu ikan karena bentuknya seperti ikan. Biasanya orang Kampar hanya menyebutnya bolu saja.

Jika kebetulan melintasi Kuok, sempatkanlah singgah di tempat produksi kue tradisional “Kak Ira” yang berada di pinggir jalan raya Riau - Sumbar. Tidak jauh sebelum pasar Kuok. Di gerai Kak Ira ini kita bisa menyaksikan proses pembuatan bolu ikan hingga mencicipi bolu yang baru keluar dari alat pemanggang.

Usaha bolu ini sudah dirintis sejak tahun 2005 lalu, yang merupakan usaha turun temurun.

“Ini baru sekitar tahun 2005, tapi dari zaman kecil dulu sudah biasa karena orang tua dulu jualan ini,” terang Sahira (49), pemilik usaha.

Sebelumnya, Sahira mengaku menjual bolu tradisional ini dari pasar ke pasar. Alat produksinya pun juga masih sederhana, hingga Sahira terinspirasi ketika tinggal di Malaysia dan melihat bagaimana pemasaran bolu tradisional ini di sana.

“Melihat bolu ini di Malaysia dikemas dengan bagus sehingga menarik, terus mesin produksi juga canggih. Jadi berpikir untuk membuat seperti itu di sini. Mesin dan alat-alat produksi ini dibeli pertama kali di Malaysia,” terang Sahira kepada tripriau Ahad (7/5) sambil menunjuk alat-alat yang ada didalam rumah produksinya.

Bolu tradisional inidari dulunya sudah berbentuk ikan, namun Sahira juga berinovasi dengan membuat bolu dengan bentuk manggis.

“Dulu bolunya bentuk ikan juga, tapi lebih besar dari ini. Tapi setelahnya kami juga buat bentuk manggis, ukurannya lebih kecil,” ujarnya.

Selain bolu ikan rasa original, juga ada bolu ikan rasa gula merah dengan ukuran yang lebih kecil. Soal harga, bolu ikan tradisional ini bersahabat. Perbungkusnya dihargai 8 ribu rupiah saja dengan isi 10 bolu.

Tidak hanya bolu ikan, di gerai Kak Ira juga menjual berbagai aneka kue tradisional lainnya seperti bolu kemojo, kue sepit, keripik pisang, paniaram, dan lainnya.

Perhari, Kak Ira menghabiskan sekitar 50 kilogram tepung untuk produksi berbagai jenis kue tradisional ini.

Jika hari libur, lebih banyak yang datang membeli buah tangan, semakin besar juga jumlah produksinya. Untuk memenuhi permintaan tersebut, sekarang Kak Ira memiliki 5 orang pegawai yang membantu proses produksinya.

Gimana? Tertarik untuk mencicipi rasa bolu ikan sambil menyaksikan proses pembuatannya? Langsung saja mampir di Bolu Ikan “Kak Ira”, berlokasi di Bukit Agung, Kuok, Bangkinang Barat, Kampar.

Penulis: Tika Azaria

Editor: Rio Sunera 



Tags:  -