Panduan Wisata Kuliner di Kampar

By Trip Riau  |  14 Mei 2017 08:02:17 WIB  |  Culinary

Kopiek Ndak Batulang di Desa Pulau Jambu, Kuok, Kampar. (Muhammad Ridho / tripriau.com)

TRIPRIAU.com – Sudah bukan rahasia lagi Kabupaten Kampar memiliki banyak kuliner lezat. Berwisata kuliner ke negeri Serambi Mekah bisa jadi pilihan tepat memanjakan lidah.

Saat berada di Kampar, paling pas mencicipi berbagai kuliner tradisional daerah itu. Selain cita rasa yang enak, nuansa yang ditawarkan pun tak kalah menarik. 

Kalau bingung memilih tempat makan enak di Kampar, berikut kami sajikan empat diantaranya:

Sate Anyang

Dari namanya Sate Anyang masih terdengar asing di telinga. Tapi sate yang satu ini bisa menjadi pilihan menyantap kuliner Kampar. Sesuai namanya, Sate Anyang memang unik.

Secara umum, tampilannya sama seperti sate pada umumnya. Ada ketupat, daging ayam, kuah tepung dan kuah kacang. Bedanya, sate ini ditaburi anyang atau yang dikenal dengan urap. Di dalamnya ada kacang panjang, kol, bihun, mentimun, serta kerupuk merah.

Ada beberapa penjual Sate Anyang di Kampar. Salah satunya Sate Anyang milik Bu Nurhayati yang berada di Desa Sungai Tarap, Kampar Timur. Sudah puluhan tahun Bu Nurhayati berjualan Sate Anyang di tepian Sungai Kampar.

Untuk menuju kedai Sate Anyang Bu Nurhayati, pengunjung bisa masuk melalui jalan samping Kantor Camat Kampar Timur.

Harga seporsi sate ini dibanderol Rp 10 ribu. Kecuali hari Minggu, Nurhayati mulai berjualan jam 2 siang. Di hari Minggu, dia mulai membuka dagangannya sejak pagi.

Bolu Tradisional ‘Kak Ira’

Untuk mencicipi berbagai kudapan lezat di Kampar, gerai bolu tradisional ‘Kak Ira’ bisa jadi pilihan. Selain bolu, di sini pengunjung juga bisa mencicipi paniaram, bolu kemojo, keripik pisang, dan berbagai kudapan lainnya.

Sebungkus bolu tradisional berisi 10 buah dihargai Rp 8 ribu saja.

Gerai Bolu Kak Ira berada di pinggir jalan lintas Sumbar – Riau, persisnya di Jalan Prof M Yamin, Bukit Agung, Kuok, Bangkinang Barat.

Ikan Kapiek Tak Batulang

Ikan bakar Kapiek Tak Batulang jadi salah satu kuliner populer di Kampar saat ini. Lokasinya agak tersudut di perkampungan bernama Desa Pulau Jambu, Kuok. Namun begitu, banyak orang rela datang jauh-jauh demi menikmati ikan bakar lezat ini.

Keunikan dari Kapiek Tak Batulang yang dimiliki Hamidi (42) ini adalah ketiadaan duri-duri halus pada ikan bakar olahannya. Sebab, bagi masyarakat Kampar Ikan Kapiek dikenal memiliki banyak duri halus. Sehingga cukup sulit dan ekstra hati-hati saat menyantap ikan ini.

Kapiek Tak Batulang biasa disajikan bersama nasi putih hangat, gulai cangkuok alias cincang kuok, sambal terasi, sambal cabai hijau, pucuk ubi rebus, dan aneka lalapan.

Untuk harga berbeda-beda sesuai ukuran ikan. Mulai yang paling kecil Rp 15 ribu hingga paling besar Rp 120 ribu per ekor.

Sate Lidah Pak Hamsir

Sate memang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat Kampar. Di sana sate sudah jadi tradisi. Sarapan pagi misalnya, masyarakat Kampar biasa menyantap sate sebagai pengisi perut.

Sehingga tak heran, banyak sate-sate bercita rasa lezat di Kampar. Salah satunya Sate Lidah Pak Hamsir.

Sate Pak Hamsir salah satu yang legendaris di Kampar. Dia sudah berjualan sejak 1978. Lokasinya berada di kawasan Pasar Rumbio.

Menu khusus di sini adalah sate lidah, jantung, dan usus. Porsi standarnya dibanderol Rp 15 ribu.

Penulis: Rio Sunera 



Tags:  -