Menikmati Keunikan Sate Anyang di Kampar

By Trip Riau  |  16 Mei 2017 13:41:39 WIB  |  Culinary

Sate Anyang Nurhayati di Desa Sungai Tarap bisa dinikmati di pinggiran Sungai Kampar. (Muhammad Ridho / tripriau.com)

TRIPRIAU.com – Di Desa Sungai Tarap, Kampar Timur, Kabupaten Kampar ada seorang penjual sate anyang. Disebut sate anyang karena sate ini ditambahkan anyang atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan urap.

Dari namanya, sate anyang jelas kurang familiar. Orang lebih mengenal sate padang, sate madura, atau bahkan sate maranggi. Tapi sate yang satu ini bisa menjadi pilihan menyantap kuliner Kampar. Sesuai namanya, Sate Anyang memang unik.

Secara umum, tampilannya sama seperti sate pada umumnya. Ada ketupat, daging ayam, kuah tepung dan kuah kacang. Bedanya, sate ini ditaburi anyang atau yang dikenal dengan urap. Di dalamnya ada kacang panjang, kol, bihun, mentimun, kerupuk merah dan tak lupa kelapa parut yang sudah dibumbui.

Sebenarnya Ada beberapa penjual Sate Anyang di Kampar. Salah satunya Sate Anyang milik Nurhayati (65) yang berada di Desa Sungai Tarap.

Nurhayati sudah merintis usaha satenya selama 37 tahun. Namun, baru 15 tahun terakhir dia mencoba berinovasi dengan menambahkan anyang pada satenya.

‘’Dulu hanya saya sendiri yang berjualan sate anyang ini. Tapi sekarang sudah ada beberapa yang ikut jualan juga,’’ katanya saat tripriau.com mampir ke sana.

Kedai sate anyang yang dimiliki Nurhayati sangat sederhana. Hanya ada sebuah etalase dan beberapa meja dan kursi. Namun, suasana makan di sini sangat berbeda, sebab lokasinya ditengah perkampungan yang masih asri dan dekat dengan sungai. Saat menyantap hidangan, mata bisa bebas memandang ke arah sungai Kampar yang berarus tenang.

Untuk menuju kedai Sate Anyang Bu Nurhayati, pengunjung bisa masuk melalui jalan samping Kantor Camat Kampar Timur.

Harga seporsi sate ini dibanderol Rp 10 ribu. Kecuali hari Minggu, Nurhayati mulai berjualan jam 2 siang. Di hari Minggu, dia mulai membuka dagangannya sejak pagi.

Penulis: Rio Sunera

 



Tags:  -