Bisnis Radio di Era Digital

By Trip Riau  |  13 Agustus 2017 22:22:55 WIB  |  Business

Kelas Akademi Berbagi Pekanbaru, Sabtu (11/8) sore di sebuah cafe di kawasan Sukajadi, Pekanbaru. Foto: Rio Sunera / tripriau.com

TRIPRIAU.com - Di era digital, pola konsumsi media berubah. Generasi millennial amat gemar mengonsumsi konten-konten digital. Era kejayaan industri radio tergantikan arus media baru. Lalu, khusus di Pekanbaru, bagaimana radio mesti bertahan?

Inovasi dan perubahan jadi kata kunci bila radio ingin tetap dicintai pendengar.

Owner Radio RBT Pekanbaru Yuyun Hidayat mengatakan, dua hal yang harus dilakukan radio adalah memperkuat komunitas dan kolaborasi.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber kelas Akademi Berbagi Pekanbaru, Sabtu (11/8) sore di sebuah cafe di kawasan Sukajadi, Pekanbaru.

Pada kelas ke-44 kali ini Akber Pekanbaru mengangkat tema "Kembali ke Radio".

Dua pembicara lainnya yang hadir adalah praktisi radio di Pekanbaru Dyas Andika dan Nino Theo Sudibyo.

Tidak seperti biasanya, kelas Akademi Berbagi kali ini digelar pada sore hari. Namun, kelas berbagi sore itu tetap berlangsung seru.

Yuyun melanjutkan, bisnis radio sangat menarik sekaligus memiliki banyak intrik di dalamnya.



"Bisnis radio merupakan bisnis yang paling unik di dunia. Menjual makhluk gaib. Sebab tidak bisa dirasakan. Tidak bisa diraba. Persis seperti makhluk gaib," katanya.

Menurutnya, kendala yang paling terasa dalam mengembangkan bisnis radio di Pekanbaru adalah sumber daya manusia.

"SDM kita ngomongnya keren. Tapi soal wawasan dan kreativitas masih kurang," ujarnya.

Sementara itu, Dyas Andika menceritakan radio di Singapura yang sering didengarnya semasa kecil. Menurutnya radio di negara itu seru, sebab dibangun atas dasar passion dan bisnis.

"Perkembangan radio di Pekanbaru lambat. Bila dibandingkan dengan Medan misalnya. Apalagi dibandingkan dengan Bandung," sebut pria yang berkecimpung di dunia radio sejak 2002 ini.

Menurutnya, masalah utamanya adalah ownership dan manajemen.

"Secara ideal, sebagai sebuah bisnis, radio memiliki beberapa aspek, seperti manajemen, marketing, on air, off air, serta branding," jelasnya.

Hal-hal yang sering dilupakan pengelola radio di Pekanbaru saat ini adalah soal branding.

Menurut Dyas, radio di Pekanbaru harus punya divisi khusus event organizer untuk menggarap off air. Bisa juga memperkuat dan menambahkan news update dan community program.

Penilaian Dyas, saat ini, tidak banyak radio di Pekanbaru yang mampu bertahan sebagai bisnis lokal. Kebanyakan dijual dan tersentuh investasi.



Sementara itu, penyiar di Radio El Jhon Nino mengatakan, radio zaman sekarang sudah banyak berubah dan bergeser jauh.

"Radio zaman sekarang ngomongnya dikit, tapi musiknya banyak," katanya.

Menurut Nino, ada beberapa ciri yang melekat pada radio zaman dulu, yakni musik yang lebih segmented, lagu dan jingle, ngomongnya panjang dan langsung, serta berjalan berdasarkan selera si pemilik (made by owner).

Kalau sekarang musik di radio lebih variatif. Selain itu, sebuah program disajikan untuk beragam segmen.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -