Dari ‘Kenduri Restorasi’ Badan Restorasi Gambut di Tanjung Leban

By Trip Riau  |  20 Agustus 2017 19:01:25 WIB  |  News

Plot Eksperimen Restorasi Gambut. Yang berlokasi di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau. Foto: Abdul Ronny / tripriau.com

TRIPRIAU.com - Komitmen berbagai pihak untuk meningkatkan pelaksanaan restorasi gambut dipandang penting dalam upaya memulihkan area gambut ditingkat tapak.

Untuk memperkuat komitmen ini Badan Restorasi Gambut (BRG) Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RRI, Pemprov Riau, Pusat Studi Bencana (PSB) Universitas Riau, dan Pemerintah Desa Tanjung Leban menggelar kegiatan ‘Kenduri Restorasi’, Kamis (17/8), di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Kegiatan yang berlangsung malam hari bertepatan dengan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 itu, diisi dengan berbagi cerita dan pengalaman para pejuang restorasi dari tiga kabupaten (Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti) di Riau.

Pada kesempatan tersebut lahir ide untuk mendirikan pondok kerja restorasi di Tanjung Leban.

‘’Pondok Kerja Restorasi ini, supaya barokah, saya ingin mengatakan, bahwa ini merupakan pondok kerja pertama di Indonesia. Dan itu berada di desa Tanjung Leban. Ketika kita berjuang dan bekerja harus ada tempatnya. Makanya kita berupaya untuk membangun pondok itu,’’ ujar Deputi IV Badan Restorasi Gambut Indonesia Haris Gunawan, saat menyampaikan sambutan. 

Haris juga mengajak semua pihak untuk membuat inspirasi untuk kerja-kerja selanjutnya. Serta memasifkan kenduri restorasi di tujuh provinsi pada tahun depan.

Pada kesempatan tersebut, para peserta juga mengenang peristiwa bencana kebakaran di Tanjung Leban, pada tahun 2013-2014 silam.

‘’Dulunya, saya tidak pernah tahu soal menanam kayu hutan, karena saya pun tidak pernah menebang kayu hutan. Jadi, saya pun banyak tidak mengenal kayu hutan. Jadi alasan saya menanam kayu hutan karena pada waktu itu, tahun 2008, sudah selesai kuliah di Universitas Riau, terjadi kebakaran di lahan saya,’’ cerita Muhammad Nur (49), masyarakat Tanjung Leban.

Peristiwa kebakaran itu menghabiskan 2,5 hektar lahan miliknya. Kemudian banjir melanda tanah tersebut hingga tenggelam. Sehingga tidak bisa ditanami apapun.  

‘’Nah, kemudian datang Pak Haris (Deputi IV BRG Indonesia) ke Tanjung Leban, bercerita tentang gambut. Atas motivasi ke saya, akhirnya tiga lokasi di Tanjung Leban ditanami kayu hutan,’’ kata Nur.

Saat itu, bibit yang pertama kali ditanamnya dari jenis Meranti Bakau dan Jelutung berjumlah 1.000 batang.

Pada kegiatan Kenduri Proklamasi ini juga digelar penandatanganan ‘Kertas Tekad Gerakan Aksi Penguatan dan Perluasan Restorasi Gambut di Tapak’.

Penulis: Abdul Ronny

Editor: Rio Sunera

 

 



Tags:  -