Pekanbaru Endurance 2017 Akan Diikuti Atlet 3 Negara

By Trip Riau  |  23 Oktober 2017 08:13:49 WIB  |  News

Ilustrasi. sumber foto: Metro.co.uk

TRIPRIAU.com - Event berkuda Pekanbaru Endurance 2017 akan diikuti atlet dari tiga negara, yakni Arab Saudi, Malaysia, dan Korea Selatan, 28-29 Oktober 2017 mendatang.

Peserta lainnya berasal dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Lampung, Banten, Sumatera Barat, serta Pekanbaru.

Ustaz kondang Aa Gym juga akan ambil bagian pada event ini. Dai asal Bandung ini direncanakan tampil pada kelas endurance 20 kilometer.

Pekanbaru Endurance yang digelar di kawasan Wisata Dakwah Okura Rumbai ini diadakan oleh Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (Pordasi) Kota Pekanbaru.

Walikota Pekanbaru Firdaus mendukung kegiatan yang sudah masuk dalam kalender pariwisata Pekanbaru ini.

"Saya sangat mendukung kegiatan ini. Insya Allah pemko akan support dengan perbaikan jalan dan jembatan yang akan dilalui kuda, penambahan lahan parkir dan plang penunjuk arah menuju desa Okura, khususnya wisata dakwah okura," kata Firdaus.

Menurut Ketua Panitia Didi Winarsyah, peserta yang mendaftar sudah melebihi kapasitas ketersediaan kuda milik penyelanggara.

Selain berkuda, Pekanbaru Endurance juga dimeriahkan perlombaan memanah tradisional, pameran foto, bazar produk kerajinan dan kuliner Pekanbaru yang di garap oleh sahabat Bangkit pengusaha Muslim .

Dilansir situs Tribun Pekanbaru, Ketua Pordasi Pekanbaru Almakmur Nugraha mengatakan, para peserta akan diuji ketahanannya menempuh trek jarak jauh.

Melalui berbagai rintangan mulai dari jalan menanjak dan menurun tajam, berbelok ekstrem, menempuh jalan berbatu, lumpur hingga lewati hutan, lembah dan kebun warga.

"Jarak tempuhnya sejauh 40 kilometer. Antara rider dan kudanya harus kompak dan berimbang. Kuda yang dibawa tidak boleh dehidrasi, makanya setiap jarak 5 kilometer disediakan tempat minum," tulis Tribun.

Nantinya, setiap peserta boleh berhenti selama tiga hingga lima menit. Para rider bebas memilih tempat pemberhentian, asalkan tahu kondisi kuda.

"Jangan sampai kekurangan cairan, bisa pecah jantung kudanya," ujar Almakmur.

Almakmur menyampaikan, baik rider maupun kuda diperiksa dahulu oleh dokter ahli. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kejadian fatal.

"Jadi, peserta yang ikut turnamen berkuda ini, benar-benar sudah terlatih," tutupnya.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -