Advertorial

Melihat Potensi Ekonomi Kreatif di ‘Riau Street Fiesta 2017’

By Trip Riau  |  26 November 2017 19:55:51 WIB  |  News

Suasana Riau Street Food Festival 2017. Foto: Abdul Ronny / tripriau.com

TRIPRIAU.com – Riau punya potensi cukup besar di sektor ekonomi kreatif. Hal ini bisa dilihat dari gelaran ‘Riau Street Food Fiesta 2017’ yang diadakan Dinas Pariwisata Provinsi Riau, 24-26 November di Pekanbaru.

Riau Street Fiesta yang berlangsung selama tiga hari menampilkan sekitar 100 tenant. Sebagian besar diisi pelaku usaha kecil dan menengah yang bergerak di sektor industri kreatif. Mulai dari makanan hingga produk kerajinan.

Beragam produk makanan yang ditampilkan cukup menarik perhatian. Mulai dari kuliner kekinian hingga tradisional.

Kuliner tradisional misalnya, beberapa pelaku usaha menampilkan makanan khas Riau. Mulai dari makanan berat hingga panganan untuk oleh-oleh. Bolu kemojo hingga kue bangkit khas Riau misalnya, bisa ditemukan selama acara.

Kopi khas Riau, yakni Liberika dari Kepulauan Meranti juga dikenalkan pada acara ini. Dalam perlombaan Fun Brewing Competition, peracik kopi dari Pekanbaru ikut mengenalkan jenis kopi ini. Mulai dari karakter hingga cara menyeduhnya.

Ibu Gubernur Riau H Sisilita Arsyadjuliandi Rachman, juga sempat mencicipi kopi Liberika ini. ‘’Saya baru sekali mencicipi kopi Liberika ini. Luar biasa,’’ katanya.

Sebelumnya H Sisilita juga berharap, kegiatan Riau Street Fiesta ini bisa jadi cara mempromosikan beragam makanan khas Riau.

Dia juga berbicara tentang sagu. Menurutnya, sagu dari Riau harus terus dikenalkan. ‘’Saya juga hampir tiap pagi sarapan dengan mie sagu,’’ ujarnya.

Ajang Riau Street Food fiesta 2017 ini juga jadi ajang tepat bagi pelaku usaha kerajinan di Riau untuk mengenalkan produk unggulannya. Produk seperti batik hingga handycraft bisa ditemui di gelaran ini.

Salah satunya adalah Batik Bono yang diproduksi oleh Rumah Batik Andalan yang berada di Pangkalan Kerinci, Pelalawan.

Saat ini Rumah Batik Andalan memiliki delapan motif batik yang sudah dipatenkan. Seperti, motif Bono, Daun Paku, Akasia, Daun Ubi, Daun Jarak, Ukiran Kayu, Daun Kendur, dan Pucuk Rebung.

Rumah Batik ini juga sudah memproduksi sekitar 50 motif batik dengan pengrajin masyarakat lokal Pangkalan Kerinci.

Rumah Batik ini juga memproduksi produk lainnya seperti sarung bantal, kemeja, tas, tempat tisu, hingga dompet. 

Tujuan kegiatan ini, salah satunya merupakan program Dinas Pariwisata Provinsi Riau untuk pengembangan ekonomi kreatif di Riau," kata Alfa Nonie dari Caraka Corp selaku event organizer Riau Street Food Fiesta 2017. 

Alfa menyampaikan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memotivasi lahirnya produk-produk berkualitas dari para pelaku UKM di Riau.  Pada kegiatan ini, juga akan ditampilkan Klinik UKM.

"Klinik ini kita tujukan untuk pelaku UKM. Misalnya, ada pelaku UKM yang punya masalah di packaging, nah, kita memberi solusi," ujar Alfa. 

    

 

 

 



Tags:  -