Melihat 'Harmoni Rimbo', Penghuni Baru Taman Nasional Tesso Nilo

By Trip Riau  |  29 November 2017 13:45:15 WIB  |  News

Gajah Riau (40) dan anaknya Harmoni Rimbo. (Debby Kurniawan / tripriau.com)

TRIPRIAU.com - Camp Flying Squad di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) mempunyai anggota baru, yaitu bayi gajah bernama 'Harmoni Rimbo'. Lahirnya Harmoni Rimbo menambah jumlah gajah jinak di TNTN menjadi 8 ekor.

Har, sapaan gajah ini lahir pada 21 November 2017 lalu dari gajah betina bernama Ria (40). Sementara si jantan merupakan gajah liar penghuni kawasan Tesso Nilo.

Kehadiran Har disambut sukacita di taman nasional yang berada di Kabupaten Pelalawan tersebut.

Har lahir sekitar jam 4 dinihari. Posisinya lahir berada sekitar 300 meter dari camp flying squad. Har terlahir sehat dengan berat 156 kilogram, tinggi 94 centimeter, dan lingkar dada 129 centimeter.

Menurut dokter hewan dari WWF Indonesia Annisa Wandhasari, proses lahirnya Har sama sekali tidak diketahui pengelola. Sebab, sebelumnya Ria tidak menunjukkan tanda-tanda bakal melahirkan.

‘’Kita tahunya baru pagi harinya setelah dapat laporan dari Mahot (pawang gajah). Usia kehamilan Ria itu 18 bulan, dan dia memang tidak menunjukkan tanda-tanda bakal melahirkan secepat ini,’’ tutur dokter yang menangani para gajah penghuni Flying Squad ini.

Berbeda dengan kelahiran gajah sebelumnya. Saat itu, proses kelahiran gajah Rimbani dapat diketahui dan dipantau dari kamera pengawas. Sebab, sang ibu, yakni Lisa sudah menunjukkan tanda-tanda bakal melahirkan sebelumnya.

Nama Harmoni Rimbo sendiri diberikan oleh Bupati Pelalawan HM Harris saat berlangsungnya Festival Tesso Nilo.  

Kehadiran bayi gajah nan imut di TNTN berhasil menarik perhatian para pengunjung yang datang ke tempat ini. Sebab, tingkah dan rupa bayi gajah yang lucu cukup jarang bisa disaksikan.

Dengan modal kamera ponselnya mereka berlomba mengabadikan momen langka ini.

Saat ini pengunjung dapat menyaksikan aksi gajah Har di Taman Nasional Tesso Nilo. Terutama, pada pagi hari saat Har melakukan aktivitas mandi.

Penulis: Rio Sunera  

 

 



Tags:  -