Pekan Rantau Melayu dan Keinginan Menduniakan Kuliner Khas Riau

By Trip Riau  |  11 Desember 2017 10:16:54 WIB  |  -

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman saat melakukan launching Kopi Riau Liberika Meranti di Pekan Rantau Melayu. (Abdukl Ronny / tripriau.com)

TRIPRIAU.com - Beragam kuliner Riau nan unik dan lezat ditampilkan pada kegiatan Pekan Rantau Melayu, 8-10 Desember 2017, di Hotel Sri Indrayani, Pekanbaru.

Selama tiga hari kegiatan, pengunjung bisa menemukan dan mencicipi ragam makanan tradisional Riau. Mulai dari makanan ringan dan berat, aneka kue tradisional, hingga produk oleh-oleh.

Tidak hanya terpaku pada kuliner yang sudah ada, beberapa pelaku usaha juga menampilkan inovasi kuliner Riau yang sudah lama eksis.

Di stand UMKM Bank Indonesia misalnya. Kelompok ini menginovasi bolu kemojo menjadi kue kering dengan nama Kemojo Cookies. Dengan ukuran mini, tapi menggunakan bahan yang sama dengan bolu kemojo.

Di stand lainnya, pengunjung juga bisa menemukan komoditas sorgum yang berasal dari Rumbio, Kampar. Sorgum ini diolah dan menghasilkan produk turunan seperti beras sorgum, tepung sorgum, gula cair sorgum, dan sereal sorgum.

Ada juga sambal belauk salai, yakni sambal ikan salai yang dikemas dalam botol kaca.

Pengunjung juga bisa menikmati kesegaran minuman laksamana mengamuk. Ada juga bolu kemojo, keripik nenas, bolu berendam, sempolet, roti jala, dan beragam kuliner lainnya.

Sementara itu, Kabupaten Rokan Hilir menampilkan kuliner Ondang Koang yang pernah meraih juara 1 lomba kuliner se Indonesia. Selain itu ada juga Keripik Kerang dan Dodol Kedabu khas Panipahan.

Kegiatan yang ditaja PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) ini disponsori sebagai upaya mengenalkan beragam kuliner Riau yang selama ini belum dipromosikan secara baik.

Direktur CSR PT RAPP Marzum Hamid menyampaikan, Riau sebenarnya kaya dengan berbagai jenis makanan tradisional. Namun, selama ini belum begitu dikenal.

"Nah, RAPP mencoba berkontribusi dalam rangka mempromosikan ini. Harapan kita, jenis makanan ini bisa dijadikan makanan harian. Seperti Sempolet yang memang tidak setiap hari bisa dijumpai," kata Marzum.

Marzum melanjutkan, dalam rangka Riau menyapa Dunia, pihaknya ingin memperkenalkan terlebih dahulu segala budaya yang ada di Riau kepada orang Riau terlebih dulu.

"Disamping akan menjadi mata pencaharian, ini akan jadi ajang untuk memperkenalkan makanan Riau yang bisa didapatkan setiap hari. Jadi nanti anak sekolah bekalnya bukan donat lagi, tapi bolu kemojo," terangnya. 

Acara yang digelar untuk pertama kali ini dibuka oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman. Dia juga berkesempatan melakukan launching Kopi Liberika Riau. Gubri berharap, ke depan orang luar mengenal Riau bukan hanya minyaknya saja.

"Tapi juga kenal dengan batiknya, tenunnya, kopi liberikanya dan budaya-budaya lainnya," ucapnya.

Penulis: Rio Sunera

 



Tags:  -