Peran GenPi dan Upaya Memviralkan Konten Pariwisata di Media Sosial

By Trip Riau  |  04 Maret 2018 08:32:16 WIB  |  News

Festival Pacu Jalur Tradisional di Kuantan Singingi. (Dok.tripriau.com)

TRIPRIAU.com - Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi Don Kardono mengukuhkan komunitas Generasi Pesona Indonesia (GenPI) wilayah Riau, Sabtu (3/3), di Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru.

Selain GenPi Riau, ikut dilantik juga kepengurusan GenPi Kota Pekanbaru dan GenPi Rokan Hulu.  

Terbentuknya komunitas resmi Kemenpar tersebut menjadi yang ke-16 dari 34 provinsi di Indonesia. 

GenPi sendiri merupakan komunitas netizen (pegiat media sosial hingga blogger) yang memiliki ketertarikan terhadap pariwisata. 

GenPi dibentuk oleh Kementerian Pariwisata untuk membantu promosi wisata "go digital" yang gencar dilakukan Kemenpar. 

Don Kardono pada kesempatan tersebut mengajak untuk mengoptimalkan peran GenPi. Salah satunya kreativitas dalam membuat konten dan memviralkan di media sosial. 

Saat ini, branding Wonderful Indonesia sudah merambah mancanegara. Setidaknya ada di 5 negara. Antara lain Tiongkok, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Australia. 

Untuk memperkuat 'engagement', maka promosi melalui media digital harus dioptimalkan. 

"Apa sebenarnya peran GenPi? Kita selalu kirim perwakilan ke berbagai event di seluruh indonesia. Kita mereportase dan memberitahukan kepada seluruh khalayak bahwa di sana ada sesuatu yang hebat. Tahun ini, ada 100 event premium nasional," jelasnya. 

Hasil reportase kemudian dikirim dalam bentuk narasi, foto, serta video untuk diviralkan bersama-sama. 

Don menyampaikan, pihaknya ingin teman-teman GenPi tidak hanya mengenalkan daerahnya sendiri, tapi juga paham Indonesia.

"Sehingga kita kenal dan punya referensi tentang indonesia," ujarnya. 

Tujuan yang hendak dicapai dari kampanye media sosial ini adalah Indonesia bisa menjadi 'juara dunia' untuk digital social media. 

"Media sosial paling dahsyat, paling tepat untuk mempromosikan wisata Indonesia.
Semakin banyak kita menggunakan digital, maka semakin profesional," sebut Don. 

Menurut Don, awalnya Indonesia merasa sudah hebat dalam kampanye media sosial.

"Tapi ternyata ketika dikomparasikan dengan negara lain kita masih kalah. Dubai (Uni Emirate Arab) sangat 'engage'," katanya. 

Don berbagi strategi dalam mempromosikan sebuah event. Setidaknya ada tiga tahapan promosi. Yakni pre event, on event, dan post event. 

Pre event, menurutnya, harus mendapatkan porsi lebih dalam waktu promosi, yakni sebesar 70 persen. Tujuannya, untuk mengajak dan mempengaruhi orang untuk datang. 

"On event cukup 20 persen. Ketika orang sudah datang mereka pasti akan mempromosikan sendiri. Post event cukup 10 persen," kata pria berkacamata ini. 

Don juga mengingatkan para anggota GenPi untuk mengolaborasikan antara "Creative Value" dan "Commercial Value" dalam menjalankan komunitas. 

Creative value merupakan kemampuan menggunakan medsos dengan baik. Sehingga dapat menambah value, menciptakan isu, serta menciptakan konten. 

Sementara "Commercial Value", anggota diajak untuk menciptakan bisnis pada bidang 3 A, yakni atraksi, amenitas, dan aksesibilitas di destinasi wisata. 

Sebab, pendekatan yang akan digunakan dalam menjalan komunitas GenPi bukan pendekatan politik, tapi pendekatan korporasi.

Sehingga anggota komunitas juga bisa merasakan manfaat dan mendapat benefit dari aktivitasnya. 

Penulis: Rio Sunera

 

 



Tags:  -