Melihat Komunitas Penggemar Diecast di Pekanbaru

By Trip Riau  |  04 Oktober 2018 12:32:40 WIB  |  Community

Salah satu koleksi diecast Komunitas Palaklai. (Wan Akhwan/tripriau)

TRIPRIAU.com – Membangkitkan kenangan masa kecil jadi salah satu alasan beberapa orang memilih mengoleksi miniatur mobil atau diecast.

Tengah pekan lalu, di sebuah tempat nongkrong di kawasan Panam, Pekanbaru beberapa orang berkumpul alias kopdar. Mereka duduk mengelilingi sebuah meja. Secangkir kopi menjadi teman disela obrolan.

Di atas meja, berjejer belasan miniatur mobil aneka warna dan jenis. Malam itu, seluruh yang hadir mengeluarkan koleksi miniaturnya masing-masing.

Kopdar yang berlangsung hingga larut malam itu diwarnai berbagai aktivitas. Mulai dari memotret barang koleksi hingga berbagi info terbaru seputar dunia miniatur mobil.

Di Pekanbaru peminat miniatur mobil mulai banyak. Bahkan, ada beberapa komunitas yang sudah berdiri. Salah satunya, komunitas Diecast Palaklai (@diecastpalaklay).

Trip Riau sempat mengunjungi sebuah lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul komunitas ini. Lokasinya di Jalan Siak 2. Tak begitu jauh dari Terminal Payung Sekaki.

Di sebuah tempat yang teduh oleh rimbun pepohonan, para kolektor berkumpul. Miniatur-miniatur mobil dijejerkan pada diorama-diorama. Dioramanya bermacam ragam. Ada yang menyerupai rumah, bengkel, hingga jalanan beraspal.

Salah satu anggota komunitas, Rinaldi bercerita penyuka diecast memiliki beberapa fokus dalam mengoleksi replika. ‘’Fokusan tiap kolektor itu beda-beda. Ada yang fokusnya pada seni fotografinya, ada yang fokusnya custom. Dan ada juga yang hanya sekadar mengoleksi,’’ kata Rinaldi.

Untuk yang disebut terakhir, bahkan ada kolektor yang membiarkan diecast-nya tetap berada dalam blister atau plastik transparan yang membungkusnya saat masih di rak pajangan.  

Banyak hal menarik dari aktivitas mengoleksi replika mobil ini. Bagi penyuka seni fotografi misalnya, diecast dijadikan sebuah obyek foto dengan beragam konsep. 

Di komunitas diecast Palaklai, sebagian besar kolektor memang fokus pada seni fotografi miniatur mobil. Aktivitas di komunitas pun didominasi oleh kegiatan memotret. Baik menggunakan kamera DSLR maupun smartphone.

Hasil foto biasanya diunggah di akun Instagram komunitas. Terkadang, foto-foto yang dijepret oleh para anggota juga dilombakan.  

Totalitas mereka dalam memotret koleksi agar terlihat keren tidak tanggung-tanggung. Agar foto terlihat lebih ‘kece’, konsepnya diatur sedemikian rupa. Misalnya dengan diorama ataupun memotret miniatur tersebut dengan latar sebuah objek wisata atau landmark kota.

Diorama-diorama aneka bentuk itu dibuat sendiri dengan tangan terampil mereka. Beberapa diorama menyerupai bentuk bengkel mobil, tempat cucian, hingga menyerupai rumah lengkap dengan garasi, pagar, dan halaman yang luas dengan rumput hijau.

‘’Rumput hijaunya dibuat sendiri dari ampas kelapa dan diberi warna hijau,’’ kata seorang anggota.

Diorama sendiri adalah sejenis miniatur tiga dimensi untuk menggambarkan sebuah pemandangan atau adegan. Diorama inilah yang banyak digunakan agar menghasilkan visual semenarik mungkin. Perpaduan diecast yang unik, komposisi, serta properti menghasilkan karya foto yang apik.

Secara teknis, miniatur mobil ini sendiri memiliki ukuran atau skala yang berbeda-beda. Diantaranya skala 1:64, 1:32, 1:24, 1:16, hingga skala terkecil 1:78.

‘’Tapi kita paling banyak mengoleksi skala 1:64 dengan merek hot wheels. Karena lebih gampang dibawa. Lebih besar lagi agak susah,’’ sambung Rinaldi.

Rinaldi menyebut, miniatur-miniatur mobil ini merupakan buatan luar negeri. ‘’Belum ada merek lokal yang memproduksi,’’ katanya.

Salah satu produk diecast yang sedang sekarang sedang hits adalah JMD. Singkatan dari Japan Domestic Market. Istilah ini merujuk pada berbagai produk yang dibuat dan dipasarkan di Jepang.

Bagi kolektor seperti Rinaldi, mengoleksi miniatiur mobil bisa dijadikan sebagai salah satu pilihan rekreasi. Berbagi info terbaru soal replikasi juga jadi kesenangan sendiri.

Penulis: Rio Sunera



Tags:  -